Karakteristik Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi

Oleh :

Bagus Satria

Haerul Bachri

Taufik Ismail

Juara 2 Lomba karya tulis bertema “Kita Peduli Puspa Satwa Lestari”

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia dengan segala motivasi atau kepentingannya sejak lama telah memanfaatkan potensi sumberdaya alam, baik tumbuhan maupun satwa liar (flora-fauna). Beberapa bentuk pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar tersebut adalah pemeliharaan untuk kesenangan dan perdagangan untuk kepentingan komersial. Pada banyak jenis tumbuhan dan satwa liar, pemanfaatan yang telah dilakukan oleh manusia diyakini telah menyebabkan jenis-jenis tersebut menjadi terancam kepunahan. Artinya bahwa pemanfaatan yang dilakukan selama ini cenderung tidak memperhatikan prinsip kelestarian.

Pemanfaatan yang tidak bijaksana tersebut, ditambah dengan sifat jenis yang endemik dan kepadatan populasi yang secara alami memang kurang, telah menyebabkan banyak jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar dimasukkan ke dalam kategori (kelompok) jenis yang dilindungi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar telah ditetapkan 294 jenis dan atau kelompok jenis tumbuhan dan satwa liar yang secara hukum dilindungi.

Dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, kelompok jenis yang berstatus dilindungi dilarang untuk dipelihara untuk kesenangan atau diperdagangkan secara komersial, kecuali apabila tumbuhan dan satwa liar tersebut merupakan generasi kedua (F2) hasil suatu penangkaran. Permasalahannya, aktivitas penangkaran tumbuhan dan satwa liar yang berstatus dilindungi belum banyak dilakukan sehingga pemanfaatan untuk kepentingan pemeliharaan atau perdagangan masih mengandalkan pengambilan (penangkapan) langsung dari alam.

Walaupun dilarang, kenyataannya saat ini perdagangan dan pemeliharaan tumbuhan dan satwaliar yang dilindungi terus terjadi. Sebagai contoh, untuk tumbuhan liar, di Samarinda dan Tenggarong akhir-akhir ini marak diperjualbelikan berbagai jenis kantong semar (Nephentes spp.). Untuk satwa liar, di Kota Tenggarong saja masih terdapat cukup banyak rumah tangga yang teridentifikasi memelihara berbagai jenis dilindungi seperti owa-owa Kalimantan (Hylobates muelleri), rusa/payau (Cervus unicolor), kakatua (Cacatua galerita, Cacatua moluccensis) dan landak (Hystrix brachyura), .

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian tumbuhan dan satwa yang dilindungi, kami bermaksud memberikan sumbangan informasi mengenai karakteristik pemanfaatan tumbuhan kantong semar untuk perdagangan dan pemanfaatan satwa liar yang dilindungi untuk pemeliharaan dengan tujuan kesenangan. Guna memenuhi maksud tersebut, sebuah studi untuk menggali informasi awal mengenai karakteristik pemanfaatan tersebut telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam karya tulis ini.

B. Maksud dan Tujuan

Karya tulis ini bermaksud mengungkap dan mengenali beberapa karakteristik penting pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi undang-undang untuk tujuan perdagangan dan pemelihaaan. Diharapkan, informasi tentang karakteristik tersebut dapat berguna bagi upaya konservasi tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.

Karya tulis ini disusun atas dasar sebuah penelitian singkat atas aktivitas perdagangan kantong semar (Nepenthes spp.) dan pemeliharaan satwa liar yang dilindungi oleh perorangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui jenis-jenis satwa liar yang dipelihara oleh masyarakat untuk tujuan kesenangan dan jenis kantong semar yang diperdagangkan untuk tujuan komersial.

2. Mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik pedagang dan pemelihara tumbuhan dan satwa liar yang meliputi motivasi, persepsi/pengetahuan, manfaat yang diperoleh.

3. Menggali data dan informasi (karakteristik) lain terkait tumbuhan dan satwa liar yang dimanfaatkan seperti asal-usul dan nilai manfaat.

C. Hasil yang Diharapkan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi, baik dari sisi obyeknya seperti kantong semar yang diperdagangkan atau satwa liar yang dipelihara perorangan, maupun dari sisi subyeknya yaitu para pelaku perdagangan atau pemelihara. Informasi tentang karakteristik pemanfaatan ini selanjutnya diharapkan dapat memberikan bahan masukan bagi siapa saja yang peduli terhadap konservasi tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi untuk melakukan upaya-upaya penyelamatan terhadap jenis-jenis tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN

D. Kesimpulan

1. Setidaknya ada 12 jenis satwa liar dilindungi undang-undang yang dipelihara masyarakat di Tenggarong. Burung adalah kelompok jenis satwa favorit untuk dipelihara, khususnya burung paruh bengkok (kakatua, nuri). Sementara itu ada 5 jenis kantong semar yang diperdagangkan di Samarinda dan Tenggarong. Jenis yang terbanyak adalah Nephentes mirabilis.

2. Pemeliharaan satwa liar yang dilindungi dilandasi oleh motivasi untuk memperoleh kesenangan dari daya tarik yang dimiliki satwa liar tersebut. Sedangkan bagi pedagang kantong semar, motivasi utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Motivasi untuk melestarikan (konservasi) tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi sangat minim.

3. Sebagian besar (73%) responden pemelihara satwa liar tahu bahwa satwa liar yang dipeliharanya termasuk jenis yang dilindungi. Sementara itu 80% pedagang kantong semar tidak tahu bahwa jenis ini dilindungi undang-undang.

4. Menurut peraturan yang berlaku, pemeliharaan satwa liar yang dilindungi dan perdagangan kantong semar adalah tindak pidana, sehingga seharusnya aktivitas itu tidak dilakukan. Namun demikian, kedua aktivitas tersebut dapat dilegalkan apabila tumbuhan yang diperdagangkan dan satwa liar yang dipelihara diperoleh melalui suatu proses penangkaran yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

E. Saran-saran

1. Upaya penangkaran tumbuhan dan satwa liar yang menjadi favorit (atau yang memiliki daya tarik) perlu digalakkan dalam rangka mengantisipasi keinginan masyarakat untuk memelihara dan memperdagangkan satwa liar yang dilindungi.

2. Pihak yang berwenang perlu melakukan penertiban terhadap pemeliharaan satwa liar dilindungi dan perdagangan kantong semar.

3. Pengawasan terhadap pengambilan/penangkapan di alam dan peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi perlu diperketat. Pelabuhan laut, bandara dan jalan darat yang merupakan jalur peredaran dan juga lokasi habitat merupakan tempat-tempat dimana pengawasan harus diprioritaskan.

Untuk lebih lengkap klik di sini.

3 Tanggapan

  1. tlg saya di berikan daftar tumbuhan dan binatang yang dilindungi beserta nama latinnya klo ada

  2. Coba Anda download e-book yang kami sediakan, disana terdapat UU tentang satwa dilindungi beserta daftarnya.

  3. […] Karakteristik Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi Posted on Desember 18, 2008 by Aldy Iseng […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: